Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2020

MENULIS: Tujuan dan Manfaat


Menulis: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya

Pengertian Menulis

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara

Menulis biasa dilakukan pada media kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.

Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan, 1986:15). Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5).

Sumarno (2009:5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain.

Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses maupun suatu hasil. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet (2008:141) menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, pengalaman dan pengetahuan ke dalam bentuk catatan dengan menggunakan aksara, lambang atau simbol yang dibuat secara sistematis sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain. Menulis merupakan salah satu kegiatan yang kompleks mencakup gerakan jari, tangan, lengan dan mata secara terintegrasi.

Ketrampilan menulis merupakan sebuah kemampuan motorik sehingga dapat dikembangkan dengan kegiatan lain untuk menunjang keberhasilan dalam menulis seperti saat bermain sambil menulis apa saja yang dikerjakannya. Keberhasilan menulis adalah dengan menggunakan lambang-lambang dari bahasa yang dipahami oleh penulis maupun pembaca yang menggunakan bahasa yang sama.

 

Tujuan menulis

Abdurrahman dan Waluyo (2000: 223) menyatakan bahwa “tujuan menulis siswa di sekolah dasar untuk menyalin, mencatat, dan mengerjakan sebagian besar tugas-tugas yang diberikan di sekolah dengan harapan melatih keterampilan berbahasa dengan baik”

Menurut M. Atar Semi (2007: 14) tujuan menulis antara lain: a) untuk menceritakan sesuatu, b) untuk memberikan petunjuk atau pengarahan, c) untuk menjelaskan sesuatu, d) untuk meyakinkan, dan e) untuk merangkum. Sedangkan menurut Elina, Zulkarnaini, dan Sumarno (2009: 6) tujuan menulis adalah: a) menginformasikan, b) membujuk, c) mendidik, d) menghibur.

Menurut Syafie’ie (1988:51-52),  tujuan menulis dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Mengubah keyakinan pembaca; 2) Menanamkan pemahaman sesuatu terhadap pembaca; 3) Merangsang proses berpikir pembaca; 4) Menyenangkan atau menghibur pembaca; 5) Memberitahu pembaca; dann6) Memotivasi pembaca.

Tujuan menulis:

a.    Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang dapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.

b.    Membujuk melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembaca dapat menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yang dikemukakannya. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, fungsi persuasi dari sebuah tulisan akan dapat menghasilkan apabila penulis mampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan mudah dicerna.

c.    Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalui membaca hasil tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan terus bertambah, kecerdasan terus diasah, yang pada akhirnya akan menentukan perilaku seseorang.  Orang-orang yang berpendidikan misalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargai pendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih rasional.

d.    Menghibur fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, bukan monopoli media massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan dalam menghibur khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan “ringan” yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula menjadi bacaan penglipur lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah seharian  sibuk beraktifitas.

Manfaat Menulis

Kemampuan menulis permulaan memiliki manfaat terutama pada kemampuan menulis lanjutan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar, manfaat tersebut antara lain:

1.      Memperluas dan meningkatkan pertumbuhan kosa kata.

2.      Meningkatkan kelancaran tulis menulis dan menyusun kalimat.

3.      Sebuah karangan pada hakikatnya berhubungan bahasa dan kehidupan.

4. Kegiatan tulis menulis meningkatkan kemampuan untuk pengaturan dan pengorganisasian.

5.      Mendorong calon penulis terbiasa mengembangkan suatu gaya penulisan pribadi dan terbiasa mencari pengorganisasian yang sesuai dengan gagasannya sendiri

Demikian yang bias saya uraikan. Semoga bermanfaat dan selamat menulis.


Senin, 20 Juli 2020

PENGGUNAAN HURUF KAPITAL SESUAI PUEBI



PENGGUNAAN HURUF KAPITAL SESUAI PUEBI


1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. 

Misalnya:
* Apa maksudnya?
* Dia membaca buku.
* Kita harus bekerja keras.
* Pekerjaan itu akan selesai dalam
   satu jam.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. 

Misalnya:
* Amir Hamzah
* Dewi Sartika
* Wage Rudolf Supratman
* Jenderal Kancil
* Dewa Pedang
* Rudolf Diesel

Catatan:
(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
* ikan mujair
* mesin diesel
* 5 ampere
* 10 volt

(2) Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna 'anak dari', seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata tugas.
Misalnya:
* Abdul Rahman bin Zaini
* Siti Fatimah binti Salim
* Indani boru Sitanggang
* Charles Adriaan van Ophuijsen
* Ayam Jantan dari Timur
* Mutiara dari Selatan

Catatan:
PUEBI 2015 menambahkan 
(1) penjelasan "termasuk julukan" pada I.F.2., misalnya Jendral Kancil dan Dewa Pedang; 
(2) penjelasan "yang bermakna 'anak dari'" pada catatan kedua. Kedua tambahan ini tampaknya bertujuan untuk memperjelas pedoman sebelumnya.

3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Misalnya:
* Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
* Orang itu menasihati anaknya,
   "Berhati-hatilah, Nak!"
* "Mereka berhasil meraih medali emas," 
   katanya.
* "Besok pagi," katanya, "mereka akan 
   berangkat."

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Misalnya:
* Islam          
* Alquran
* Kristen       
* Alkitab
* Hindu         
* Weda
* Allah           
* Tuhan
* Allah akan menunjukkan jalan  
   kepafa hamba-Nya.
* Ya, Tuhan, bimbinglah hamba-Mu 
   ke jalan yang Engkau beri rahmat.

5.a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Misalnya:
* Sultan Hasanuddin
* Mahaputra Yamin
* Haji Agus Salim
* Imam Hambali
* Nabi Ibrahim
* Raden Ajeng Kartini
* Doktor Mohammad Hatta
* Agung Permana, Sarjana Hukum
* Irwansyah, Magister Humaniora

5.b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.

Misalnya:
* Selamat datang, Yang Mulia.
* Semoga berbahagia, Sultan.
* Terima kasih, Kiai.
* Selamat pagi, Dokter.
* Silakan duduk, Prof.
* Mohon izin, Jenderal.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:
* Wakil Presiden Adam Malik
* Perdana Menteri Nehru
* Profesor Supomo
* Laksamana Muda Udara Husein 
   Sastranegara
* Proklamator Republik Indonesia 
   (Soekarno-Hatta)
* Sekretaris Jenderal Kementerian 
   Pendidikan dan Kebudayaan
* Gubernur Papua Barat

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Misalnya:
bangsa Indonesia
* suku Dani
* bahasa Bali

Catatan: 
Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
* pengindonesiaan kata asing
* keinggris-inggrisan
* kejawa-jawaan

8.a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.

Misalnya:
* tahun Hijriah
* tarikh Masehi
* bulan Agustus
* bulan Maulid
* hari Jumat
* hari Galungan
* hari Lebaran
* hari Natal

8.b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.

Misalnya:
* Konferensi Asia Afrika
* Perang Dunia II
* Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Catatan: 
Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
* Soekarno dan Hatta memproklamasikan 
   kemerdekaan bangsa Indonesia.
* Perlombaan senjata membawa risiko 
   pecahnya perang dunia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Misalnya:
* Jakarta
* Asia Tenggara
* Pulau Miangas
* Amerika Serikat
* Bukit Barisan
* Dataran Tinggi
* Dieng Danau Toba
* Jalan Sulawesi
* Gunung Semeru
* Ngarai Sianok
* Jazirah Arab
* Selat Lombok
* Lembah Baliem
* Sungai Musi
* Pegunungan Himalaya
* Teluk Benggala
* Tanjung Harapan
* Terusan Suez
* Kecamatan Cicadas
* Gang Kelinci
* Kelurahan Rawamangun

Catatan:
(1) Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
* berlayar ke teluk mandi di sungai
* menyeberangi selat berenang di danau

(2) Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
* jeruk bali (Citrus maxima)
* kacang bogor (Voandzeia subterranea)
* nangka belanda (Anona muricata)
* petai cina (Leucaena glauca)

Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya.
Misalnya:
* Kita mengenal berbagai macam gula, 
   seperti gula jawa, gula pasir, gula tebu, 
   gula aren, dan gula anggur.
* Kunci inggris, kunci tolak, dan kunci 
   ring mempunyai fungsi yang berbeda.

Contoh berikut bukan nama jenis.
* Dia mengoleksi batik Cirebon, batik 
   Pekalongan, batik Solo, batik Yogyakarta, 
   dan batik Madura.
* Selain film Hongkong, juga akan 
   diputar film India, film Korea, dan 
   film Jepang.
* Murid-murid sekolah dasar itu 
   menampilkan tarian Sumatra Selatan, 
   tarian Kalimantan Timur, dan tarian 
   Sulawesi Selatan.

Catatan:
PUEBI 2015 menambahkan cara pembedaan unsur nama geografi yang menjadi bagian nama diri (proper name) dan nama jenis (common name).

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.

Misalnya:
* Republik Indonesia
* Majelis Permusyawaratan Rakyat 
   Republik Indonesia
* Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat 
   Indonesia
* Peraturan Presiden Republik Indonesia 
   Nomor 16 Tahun 2010 tentang 
   Penggunaan Bahasa Indonesia dalam 
   Pidato Presiden dan/atau Wakil Presiden 
   serta Pejabat Lainnya
* Perserikatan Bangsa-Bangsa

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya:
* Saya telah membaca buku Dari Ave 
   Maria ke Jalan Lain ke Roma.
* Tulisan itu dimuat dalam majalah Bahasa 
   dan Sastra.
* Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan.
* Ia menyajikan makalah "Penerapan 
   Asas-Asas Hukum Perdata".

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.

Misalnya:
* S.H. = sarjana hukum
* S.S. = sarjana sastra
* M.A. = master of arts
* M.Hum. = magister humaniora
* M.Si. = magister sains
* K.H. = kiai haji
* Hj. = hajah
* Mgr. = monseigneur
* Pdt. = pendeta
* Dg. = daeng
* Dt. = datuk
* R.A. = raden ayu
* St. = sutan
* Tb. = tubagus
* Dr. = doktor
* Prof. = profesor
* Tn. = tuan
* Ny. = nyonya
* Sdr. = saudara

Catatan:
PUEBI 2015 menambahkan contoh gelar lokal Daeng dan Datuk.

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:
* "Kapan Bapak berangkat?" tanya Hasan. 2. * Dendi bertanya, "Itu apa, Bu?"
* "Silakan duduk, Dik!" kata orang itu.
* Surat Saudara telah kami terima 
   dengan baik.
* "Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?"
* "Bu, saya sudah melaporkan hal ini 
   kepada Bapak."

Catatan:
PUEBI 2015 menambahkan penjelasan penulisan kata atau ungkapan lain yang digunakan sebagai penyapaan ditulis dengan huruf kapital, misalnya Kutu Buku.

Catatan:
(1) Istilah kekerabatan berikut bukan 
      merupakan penyapaan atau pengacuan.
Misalnya:
* Kita harus menghormati bapak dan
   ibu kita.
* Semua kakak dan adik saya sudah 
   berkeluarga.

(2) Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
* Sudahkah Anda tahu?
* Siapa nama Anda?

Sumber:
https://puebi.readthedocs.io/en/latest/huruf/huruf-kapital/

 Dwi Sutrisniwati, S.Pd.SD
UPTD SDN Cabeyan 01 Bendosari 
Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah

Kamis, 16 Juli 2020

MENGENALI GAYA BELAJAR SISWA


MENGENALI TIPE GAYA BELAJAR SISWA

Oleh: Dwi Trisny

Salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan individu adalah belajar. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. 

Berikut beberapa definisi belajar menurut para ahli. Witherington (1952): “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan."
Crow & Crow (1958): “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru."
Gage & Berliner: “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”.
Dari beberapa pengertian belajar tersebut di atas, kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku. 
Setiap orang memiliki gaya belajar sendiri-sendiri. Namun dari betbagai gaya belajar dapat dikelompokkan ke dalam tiga macam gaya yang dikenal dengan istilah VAK (Visual, Auditori, Kinestetik).
Berikut paparan ketiga gaya belajar yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Visual (V)

Siswa yang visual belajar melalui apa yang mereka lihat. Tipe visual akan dapat menyerap pelajaran lebih baik dengan melihat. Mereka lebih suka melihat atau membaca terlebih dulu sebelum belajar hal-hal baru. Diperkirakan, sebanyak 80% pelajaran bisa dipahami melalui penglihatannya. Membaca buku, melihat gambar, melihat secara langsung adalah cara belajar yang paling disukainya.

Tipe visual akan memilih duduk di kursi depan, agar dapat melihat dengan jelas guru dan papan tulis. Mereka sangat bagus menuliskan ulang apa yang ada di papan tulis, tetapi kadang suka terlewat instruksi yang diberikan secara oral (dikte)

2. Auditori (A)

Siswa auditori belajar melalui apa yang mereka dengarkan. Tipe auditori akan dapat menyerap pelajaran lebih baik dengan mendengarkan. Mereka lebih suka segala sesuatunya dijelaskan melaui suara/ perkataan. Tipe pendengar biasanya merekam informasi yang telah diucapkan. Beberapa dari mereka bahkan merasa lebih nyaman belajar jika disertai suara musik pelan. Mereka biasanya mengingat pelajaran dalam bentuk lagu favorit. Keuntungan dari tipe ini, mereka tidak mudah bosan belajar, selama materinya disampaikan dengan cara audio.

3. Kinestetik (K)

Siswa kinestetik belajar melalui apa yang mereka lakukan. Siswa dengan kemampuan belajar kinestetik tidak bisa hanya duduk tenang dan menunggu informasi yang disampaikan. Mereka tertarik mencari sendiri hal-hal yang ingin mereka ketahui tanpa harus selalu membaca buku panduan. Oleh karena itu, tipe ini cenderung tidak bisa diam dan kerap dianggap anak nakal karena kerap tidak bisa diam dan sulit mendengarkan penjelasan guru di sekolah.


Selain itu, tipe kinestetik sangat suka berjalan-jalan karena mereka melihat lingkungan sekitar dengan cara berbeda. Bagi mereka, bumi adalah sebuah taman bermain raksasa yang penuh dengan berbagai hal menarik yang ingin mereka ketahui dan jelajahi.

Ciri-ciri yang dapat diamati untuk mengenali tipe gaya belajar seseorang. 

1. Visual

a. Berbicara agak cepat dan kadang mata melirik ke atas.
b. Lebih mudah mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar.
c. Memperhatikan penampilannya dalam berpakaian.
d. Tidak merasa risih dengan keramaian.
e. Suka menggambar.
f. Lebih suka membaca sendiri, daripada dibacakan.

2. Auditori

a. Senang mendengarkan.
b. Mudah terganggu oleh keramaian.
c. Lebih nyaman belajar dan memahami sesuatu dengan mendengarkan, daripada melihat.
d. Berbicara dengan irama yang sedang dan terpola.
e. Biasanya membaca buku dengan keras, agar dia bisa mendengarkan suaranya sendiri.
f. Dapat mengulangi lagi nada, irama atau musik yang baru saja didengar.

3. Kinestetik

a. Lebih nyaman belajar dengan praktik.
b. Berbicara perlahan.
c. Saat berkomunikasi suka menggunakan isyarat tubuh.
d. Menggunakan jari sebagai penunjuk saat membaca.
e. Sulit mengingat jalan atau suatu tempat, kecuali jika mereka pernah datang ke jalan/ tempat itu.
f. Lebih suka bercerita daripada menulis.

Mengapa guru dan siswa perlu mengetahui gaya belajar siswa? Guru merupakan orang yang terlibat dalam pembelajaran. 
Bagi siswa, dengan mengetahui gaya belajarnya mereka, diharapkan mereka dapat menyerap informasi secara maksimal pembelajaran yang berlangsung sesuai gaya belajarnya.

Bagi guru, dengan mengetahui gaya belajar siswa ia dapat memfasilitasi pembelajaran di kelasnya sesuai dengan gaya belajar yang disukai siswa. Maksudnya, setiap guru mata pelajaran harus memahami bahwa informasi sering muncul dalam bentuk verbal dan visual, dan sebagian besar informasi akan hilang pada seseorang yang tidak memfungsikan kedua keterampilan ini dengan baik. 
Dalam konteks pembelajaran di kelas, mengingat dalam satu kelas terdiri atas beberapa tipe pembelajar, jika guru mengajar dengan gaya yang kurang diminati siswa, maka siswa akan merasakan ketidak nyaman dan bosan. Di sisi lain, jika guru hanya mengajar dengan menggunakan gaya belajar tertentu yang hanya disukai siswa tertentu saja, dapat berakibat para siswa ini mungkin tidak mengembangkan kecekatan mental yang mereka perlukan untuk berprestasi di kelas atau mencapai potensi sebagai profesional. 
Tujuan pendidikan adalah untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan mereka, baik dalam gaya belajar yang disukai maupun yang kurang disukai. Dengan kata lain, guru harus memiliki kekayaan model/metode untuk dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang optimal sesuai dengan materi pembelajaran serta tipe pembelajaran siswanya yang beragam.

Di sekolah, pembelajaran biasanya dilakukan dengan multigaya. Artinya, peserta didik dilatih dan dibiasakan untuk aktif mendengar, melihat, dan mempraktikkan (bergerak) mengingat sistem pembelajaran yang umum dilaksanakan di negara kita secara klasikal. Walaupun masing-masing dari peserta didik belajar dengan ketiga modalitas tersebut pada tahapan tertentu, kebanyakan anak lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh guru untuk mengetahui gaya belajar siswa adalah dengan membagikan kuesioner/ angket. Setelah mendapatkan jawaban dari angket yang dibagikan, maka guru dapat mengambil suatu kesimpulan. Kesimplan tersebut dijadikan dasar dalam merancang kegiatan pembelajaran serta pengelolaan kelas dan siswa.

Selamat belajar, semoga pembelajaran anda menyenangkan. 

Selasa, 26 Mei 2020

KEAJAIBAN KASIAT BUAH KURMA


By. Dwi Trisny

Sudah adakah buah kurma di rumah anda? Wah, kalau belum ada berarti sajian puasa dan lebaran anda belum lengkap... 
Sudah menjadi tradisi di banyak tempat, setiap datang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri hampir setiap rumah menyediakan menu buah kurma. Mengapa demikian? Selain mengikuti sunah Nabi Muhammad saw, ternyata buah kurma memiliki banyak keajaiban kasiat yang sungguh luar biasa. Berikut saya sajikan 40 fakta keajaiban dari kurma.

1. Kurma tidak mentransfer bakteri dan mikroba, dan bahwa ulat yang ada di dalam kurma lama dapat memusnahkan amuba dan membunuh bakteri yang mungkin menyerang manusia.

2. Seandainya tidak karena kurma dan kopi arab, niscaya penduduk Jazirah Arab akan diserang berbagai penyakit yang tidak diketahui ujungnya kecuali oleh Allah.

3. Serbuk sari kurma dapat mengobati kemandulan wanita.

4. Makanan dan obat paling penting bagi para astronot adalah kurma, dan bahwa kurma lebih sehat dari pada kaviar.

5. Sabut pohon kurma adalah pembersih yang paling baik bagi tubuh dan dapat melindunginya dari penyakit- penyakit kulit

6. Apabila kurma direbus dan diminum seperti teh maka ia dapat menggembirakan hati yang sedih.

7. Kurma barhi dianggap sebagai eliksir bagi para pemuda dan di dalamnya tersimpan rahasia besar karena ia dapat menggiatkan kelenjar dan menguatkan saraf.

8. Setiap 100 gram kurma mengandung 318 kalori, setara dengan 315 kalori yang dikandung oleh setiap 100 gram madu.

9. Makanan paling baik yang dikonsumsi oleh pejuang dalam perang adalah kurma, karena kurma menyuplai kalori, menguatkan, dan menggiatkan kelenjar adrenalnya sehingga para pejuang menjadi seorang pemberani yang tidak takut akan kematian.

10. Ada satu jenis pohon kurma yang mati seiring dengan kematian pemiliknya.

11. Ada lebih dari 3000an jenis kurma di seluruh dunia.

12. Kurma bermanfaat untuk mengobati kekurangan darah karena mengandung zat besi dengan kadar yang tinggi.

13. Kurma dapat menguatkan rahim saat melahirkan karena mengandung hormone pitosin yang berkhasiat mengatur proses melahirkan.

14. Kurma dapat mencegah radang karena mengandung antiseptic dan antirematik.

15. Kurma mengandung kadar yang bagus dari serat yang bermanfaat untuk membantu gerakan usus dan mencegah konstipasi.

17. Kurma dapat melindungi usus besar dari kanker.

18. Kurma adalah penggugah nafsu makan.

19. Jenis kurma yang kalorinya paling rendah adalah ‘ajwah Madinah, razizi, dan rabi’ah.

20. Jenis kurma yang paling cocok untuk mendapatkan tubuh yang ideal adalah Hulwah Ha`il, karena setiap 100 gram darinya tidak mengandung lebih dari 67 kalori.

22. Jenis kurma yang paling banyak mengandung mineral dan vitamin adalah rabi’ah Madinah yang mengandung kadar yang tinggi dari potasium dan besi.

23. Kurma adalah obat bagi orang yang menderita kekurangan berat badan karena kaya dengan tunggal- tunggal yang tidak membutuhkan proses pencernaan.

25. Kurma dapat mengurangi ketegangan syaraf yang diakibatkan oleh aktivitas kelenjar tiroid yang melampaui batas.

26. Kurma dapat mengurangi rasa lapar yang amat sangat pada orang yang berpuasa.

27. Kurma dapat mempersiapkan perut untuk menerima makanan dan mencegah konstipasi.

28. Kurma dapat melancarkan kencing dan mencuci ginjal.

29. Kurma dapat membersihkan liver dari racun dan meredakan pergolakan saraf.

30. Kurma basah dapat menurunkan tekanan darah bagi para perempuan hamil dan menormalkannya pasca melahirkan.

31. Kurma dinamakan dengan manjam (tambang) karena mengandung banyak unsur mineral, seperti fosfor, kalsium, magnesium, besi, sodium, sulfur, dan klorin.

32. Kandungan kalori dari 1 kg kurma sama dengan kandungan 1 kg daging.

33. Kurma dapat memelihara kelembaban dan kebinaran mata, serta menajamkan pandangan pada malam hari.

34. Kurma dapat melembabkan usus sehingga memeliharanya dari radang dan infeksi.

35. Kurma menyuplai tubuh dengan besi yang dibutuhkan oleh darah dan fosfor yang membantu proses berfikir.

36. Kurma dapat membantu menenangkan dan mendamaikan jiwa sehingga diresepkan bagi orang yang berpenyakit saraf dan bertemperamen tinggi.

37. Memakan kurma sebelum makan pagi dapat membunuh cacing.

38. Kurma dianggap sebagai makanan paling baik di daerah sahara karena dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa ditimpa kerusakan.

39. Di antara penduduk Sahara dan Oasis tidak mengidap kanker, Karena mereka biasa mengonsumsi kurma sebagai makanan pokok.

40. Pada pertengahan kedua abad ke-20, para ahli mengungkapkan adanya asam amino yang lain pada kurma dan yang terpenting dalam asam ini adalah glutathione sebagai antioksidan. Ternyata, bagi 100 gram (7 kurma) dapat memberikan lebih dari 350 energi. Jadi, nilai gizi buah kurma hampir sempurna.

Demikian di antara keajaiban dari kasiat lurma yang bisa saya sampaikan. Mari mulai mengonsumsi makanan-makanan yang menyehatkan badan, salah satunya adalah kurma. Semoga bermanfaat, dan Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua.
Aamiin...

  LAPORAN TAHUNAN TIM PEMBINA USAHA KESEHATAN SEKOLAH KECAMATAN BENDOSARI TAHUN 202 3         OLEH TIM PEMBINA USAHA K...