Salam kenal, sapa manis dari dwi,trisny untuk sahabat bloger semua. Semangat selalu untuk berbagi, semoga bermanfaat. Aamiin...
Sabtu, 23 April 2022
TITIK AWAL FPGL-PGRI JAWA TENGAH
Form Analisis PH, PTS Tematik dan Matematika PJJ Kelas 5 SD/ MI Semester 1 Tahun 2021
CARA MENULIS CERPEN BAGI PEMULA
Cara Menulis Cerpen untuk Pemula secara rinci adalah sebagai berikut.
Dalam menulis cerita, kalimat pertama itu penting dalam membuka cerita. Kalimat pembuka itu tidak harus selalu diawali dengan waktu yang menandakan sejak awal. Misalnya saja “Matahari telah terbit aku terbangun dari mimpi indah itu.”
Anda bisa membuatnya yang dimulai dari tengah dan berikan aksi serta membuat pembaca penasaran. Misalnya, “Pintu masih diketuk dan aku belum menyembunyikan bangkainya.”
Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut.
Pada dasarnya sifat tokoh ada dua macam; sifat lahir (rupa, bentuk) dan sifat batin (watak, karakter). Dan sifat tokoh ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui: tindakan, ucapan dan pikirannya tempat tokoh tersebut berada, benda-benda di sekitar tokoh, kesan tokoh lain terhadap dirinya, maupun deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang.
6. Tentukan Latar atau Setting
Tidak kalah penting cara menulis cerpen untuk pemula yang baik yakni tidak melupakan latar atau seeting. Latar atau setting yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita.
Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan teman dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas. Kalau latar bisa dipindahkan ke mana saja, berarti latar tidak integral dengan tema dan plot.
9. Membuat Sudut Pandang
Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dari cara menulis cerpen untuk pemula yang baik adalah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang.
Sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pangan ini sangat erat dengan teknik bercerita.
Sudut pandang cerpen yang paling umum digunakan adalah sudut pandang orang pertama alias penulis menggunakan subjek “aku”, “saya”, dan sejenisnya.
Namun juga dapat kita jumpai dalam sebuah cerpen menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan subjek “mereka” ataupun tokoh lain.
10. Menulis Dengan Gaya Sendiri
Langkah selanjutnya cara menulis cerpen untuk pemula adalah menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang bisa baca tulis tentu bisa melakukannya. Ini yang kadang enggan dilakukan oleh pemula. Rasa pesimis sudah menghantui padahal belum mencoba.
Bagaimana akan bisa jika mencoba pun tak dilakukan? Menulis dengan gaya bahasa sendiri berarti menulis dengan gaya yang biasa dilakukan. Berarti pula menulis sebisanya, ya sebisanya saja.
Tidak perlu dipaksakan dengan gaya bahasa yang mendayu ala Khahlil Gibran misalnya. Tidak perju juga dipaksakan menambahkan kata-kata penjelas yang terlalu diada-adak hanya sekedar mengejar jumlah karakter/kata. Kalau bisanya cuma sepanjang 2000 karakter, itu suda bagus.
Untuk waktu-waktu berikutnya Anda akan menemukan gaya Anda sendiri dalam menguraikan ide/gagasan cerita tersebut. Itu adalah proses menuju ke cerpen sepanjang 7000 karakter atau lebih. Kalau suka menulis narasi saja, itu bagus. Kalau menulis banyak dialognya, itu juga bagus. Semua bagus, yang penting menghasilkan tulisan.
Terima kasih dan selamat mencoba.
Salam lietrasi.
Jumat, 22 April 2022
PUISI: BERTEMU MANTAN (1)
Bertemu Mantan (1)
Karya: Dwi Suyut
Tepat di sebelahku...
Dia...
Ya, orang yang dulu selalu memenuhi ruang hatiku
Menjadi deret pertama munajadku
Sampai kini...
Sisa-sisa kelopak bunganya masih tercium bau harum
Tatapan mata itu, masih teduh seperti dulu
Senyumnya tetap tipis, tapi manis memberikan kedamaian kalbu
Bersama garis bibir yang membuatku terpaku...
"Ah, sudahlah! Tak perlu lagi kau tatap lama wajah itu. Karna hatimu tak kan mampu menahan gejolak rasa yang kembali membuncah. Membangunkan tunas-tunas cinta dalam dada."
Bisikku mengurung niat...
Seolah baru kemarin
Kebersamaan mengurai tawa dalam selaksa cerita
Entah siapa yang memulai, jalan ini menjadi berbeda
Entah siapa yang bersalah, karna cinta akhirnya berubah arah...
Sayang...
Cukuplah di cerita masa lalu
Mewarnai sebagian lembaran hidup
Mengukir cerita meski hanya sementara waktu
PUISI: BERTEMU MANTAN (2)
Karya: Dwi Suyut
Pertemuan sesaat itu mampu membuat anganku melesat
Ruangan bernama kenangan kembali menggeliat dan meloncat
Menampilkan adegan demi adegan selaksa pengikat
Menenggelamkanku dalam rasa yang sesat
"Beningku ..."
Sapaan hangatmu untukku dulu
Membuat aku malu dan tersipu
Dan, kemudian engkau akan melantunkan kata-kata syahdu
Ah... asaku membuncah, terbang mengangkasa ke langit biru
Kusadar, betapa romntisnya dirimu
Untaian hari kita rajut bersama
Memupuk kata menjadi impian janji bermahkota
Detik demi detik waktuku berhiaskan rindu gulana
Karena jarak kadang berbicara
Namun, kita mampu mengurainya menjadi bahagia
Seketika, semua renda menjadi buyar
Ketika restu tak kunjung kita dapatkan
Bertahun-tahun menentang arus begitu melelahkan
Hingga luluh lantak tenagaku seakan tak bertulang
Aku menyerah ...
Dan, kita berpisah ...
Lamunanku terhenti ketika gawai di tangan bergetar
Dia bingkai wajah nampak hadir dan menyejukkan
Aku tersadar, aku t'lah membuat kesalahan
Dengan membuka kembali ruangan yang t'lah lama kutinggalkan
Dalam istighfar aku menggumam
Sejurus kemudian bangkit, berdiri dan memohon ampunan
Meninggalkanmu yang tengah menatapku tajam
Selamat tinggal mantan
Kau adalah masa silam
Kini aku bersama masa depan
Sukoharjo, 23 April 2022
Publish 23 Oktober 2020 di http://dwisutrisniwati.gurusiana.id/article/2020/10/bertemu-mantan-part-2-tagursiana168-821754?bima_access_status=not-logged
Minggu, 17 April 2022
CERPEN: Pengertian, Fungsi, Unsur dan Ciri-cirinya
Sumber gambar: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/akhirnya-kumpulan-cerpen
Apa
sih cerpen itu?
Bp/Ibu suka membaca cerpen? Cerita pendek pastinya sudah familiar sejak kita
duduk di bangku sekolah dasar dulu ya... Beragam cerita pernah kita baca baik
di buku, majalah atau tabloid. Namun apakah Bp/Ibu tau apa sih perbedaan cerpen dengan cerita-cerita lainnya?. Bagi kamu yang ingin menulis cerpen, wajib
menyimak pengertian tentang cerpen berikut ini.
Pengertian Cerita Pendek
Cerpen merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi lalu dikemas secara
pendek, jelas dan ringkas. Cerpen biasanya hanya mengisahkan cerita pendek tentang
permasalahan yang dialami satu tokoh
saja.
Cerpen juga bisa disebut
sebagai fiksi prosa karena cerita yang
disuguhkan hanya berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh
tokoh mulai dari pengenalan karakter hingga penyelesaian permasalahan yang
dialami oleh tokoh. Cerpen juga terdiri tidak
lebih dari 10.000 kata saja. Cerpen memiliki struktur yang lengkap mulai
dari perkenalan, permasalahan dan penyelesaian dari masalah tersebut.. Biasanya cerpen terdiri dari berbagai kisah
seperti genre percintaan, kasih sayang, jenaka, dan lain-lain. Pada cerpen juga
mengandung pesan dan amanat untuk para
pembaca.
Meskipun cerpen hanya
memiliki kisah cerita yang singkat, akan tetapi memiliki makna dan pengetahuan
yang terkandung dalam sebuah cerpen. Biasanya cerpen memberikan nilai positif yang dapat diambil oleh pembacanya. Dengan
begitu nilai positif tersebut dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.
Berikut inilah beberapa
elemen dasar untuk membangun sebuah cerpen:
1. Abstrak
Abstrak merupakan pemaparan
gambaran awal dari cerita yang dikisahkan. Pada cerpen abstrak biasanya digunakan
sebagai pelengkap cerita. Maka dari itu abstrak bersifat opsional atau bisa
jadi tidak ada pada cerpen tersebut.
2.
Orientasi
Pada orientasi cerpen
biasanya menjelaskan tentang latar cerita seperti waktu, suasana, tempat/lokasi
yang digunakan dalam penggambaran cerita cerpen.
3.
Komplikasi
Komplikasi menjelaskan
tentang struktur yang berkaitan dengan pemaparan awal suatu masalah yang
dihadapi oleh tokoh. Watak dari tokoh juga dijelaskan pada bagian ini. Selain
itu pada komplikasi juga menjelaskan urutan kejadian yang berhubungan dengan
sebab akibat.
4.
Evaluasi
Pada bagian evaluasi ini
terjadi konflik masalah yang semakin memuncak. Konflik mulai menuju bagian
klimaks dan mendapatkan penyelesaian atas masalah yang terjadi.
5.
Resolusi
Resolusi merupakan bagian
akhir permasalahan yang terjadi pada cerpen. Pada bagian ini terdapat
penjelasan dari pengarang mengenai solusi permasalahan yang dialami tokoh.
6.
Koda
Koda merupakan nilai atau
pesan moral yang terdapat pada sebuah cerpen yang disampaikan oleh penulis
kepada para pembaca. Pesan moral yang disampaikan sesuai dengan jenis cerpen.
.
Fungsi Cerpen
1. Fungsi Rekreatif
Fungsi
rekreatif yaitu sebagai sarana penghibur bagi para pembaca
2. Fungsi Estetis
Fungsi estetis yaitu sebagai
nilai estetika atau keindahan yang ada pada cerpen sehingga memberikan kepuasan
kepada pembaca
3. Fungsi Didaktif
Fungsi didaktif yaitu sebagai
pemberi pelajaran atau pendidikan yang akan bermanfaat bagi para pembaca.
4. Fungsi Moralitaas
Fungsi moralitas yaitu
sebagai nilai moral berdasarkan isi cerita untuk mengetahui baik buruk yang
disampaikan penulis kepada para pembaca.
5. Fungsi Religiusitas
Fungsi religiusitas yaitu
sebagai pemberi pelajaran yang religius yang nantinya bisa dijadikan sebagai
contoh baik oleh pembaca.
Ciri-Ciri Cerpen
Sebuah cerpen memiliki ciri-ciri tertentu yang khas dimana
ciri-ciri ini nantinya akan digunakan sebagai pembeda dari karya sastra
lainnya. Berikut inilah ciri-ciri dari cerpen:
1.
Pada umumnya cerpen bersifat fiktif atau berupa karangan dari
penulis.
2.
Cerpen memiliki susunan kata yang tidak lebih dari 10.000
(sepuluh ribu) kata.
3.
Saat membaca cerpen biasanya selesai dengan sekali duduk.
4.
Cerpen memiliki bentuk cerita yang sangat singkat.
5.
Cerpen memiliki diksi atau pilihan kata yang tidak rumit
sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
6.
Cerpen hanya memiliki alur cerita tunggal atau satu jalan cerita
saja.
7.
Kisah cerita pada cerpen biasanya berasal dari peristiwa dalam
kehidupan sehari-hari.
8.
Karakter tokoh pada cerpen sangat sederhana.
9.
Di akhir bagian biasanya terdapat pesan moral yang sangat
mendalam sehingga membuat pembaca ikut merasakan kisah pada cerpen tersebut.
Demikian materi hari pertama.
Selamat membaca.
Bukti kehadiran Bp/Ibu, silakan menuliskan "Hadir" pada kolom komentar dengan disertai Nama dan Instansi.
Bagi yang ingin bertanya, silakan tuliskan pertanyaan Bp/Ibu pada kolom komentar. Pertanyaan akan kami gunakan sebagai bahan diskusi nanti malam pukul 20.00 s.d 21.30 WIB.
Durasi pertemuan H.1 adalah 2 jp.
Terima kasih,
Salam literasi.
Dwi Sutrisniwati
LAPORAN TAHUNAN TIM PEMBINA USAHA KESEHATAN SEKOLAH KECAMATAN BENDOSARI TAHUN 202 3 OLEH TIM PEMBINA USAHA K...
-
Sumber gambar: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/akhirnya-kumpulan-cerpen Apa sih cerpen itu? Bp/Ibu suka membaca cerpen? Cerita pende...
-
SOSIALISASI "KISAH" (KELUARGA INDONESIA SEJAHTERA & HARMONIS) Jumat, 9 Februari 2024, Pokja I TP PKK Desa Mulur telah mengada...
-
DIPERKOSA RASA By. Dwi Trisny Kadang hidup serasa diperkosa Mau atau tidak Suka atau tidak Siap atau tidak Semua tetap harus dijalani Deng...

