Salam kenal, sapa manis dari dwi,trisny untuk sahabat bloger semua. Semangat selalu untuk berbagi, semoga bermanfaat. Aamiin...
Rabu, 23 September 2020
Bukan Aku yang Dulu
Selasa, 22 September 2020
Suami Pilihan Takdir
Karya: Dwi Trisny
Hari ini kumengenang hari paling berarti
Hari yang mengubah seluruh keakuan diri
Dari seorang gadis
Menjadi seorang istri
Permadani terbentang beratap langit
Melangkahkan kaki bagaikan seorang putri
Menduduki singgasana bertabur wangi melati
Bersanding dengan pilihan takdir
Mataku mengembang menahan bulir air mata
Menyempurnakan setengah iman yang tersisa
Dipersatukan sang pemilik jiwa raga
Bersama membangun rumah surga
Kini, tak terasa dua puluh tujuh tahun sudah
Dalam kebersamaan mengukir sejarah
Senyum tersungging hiasan mahabbah
Menangkup tangan membangun hujjah
Jika bahuku tak lagi mampu menjadi tempatmu merebah
Kau masih bisa membentang sajadah
Jika hatiku tak lagi menjadi tempatmu berkeluh kesah
Kau masih punya Dia untuk berbagi kisah
Kak… maafkan aku
Karena ada hati lain yang lebih dulu
Menyeruak menelisik ruang kalbu
Sebelum kau rengkuh tanganku
Sungai panjang terbentang, gunung menjulang tinggi
Kalaulah tiba waktunya untuk kita kembali
Kuingin takdir mempertemukan kita lagi
Di haribaan Illahi Rabbi, alam abadi
======================
Sukoharjo, 23 September 2020
publish @dwisutrisniwati.gurusiana.id #tagur138
Sabtu, 19 September 2020
TUTUR PAMUNGKAS
Tak perlu kau ucap tutur-tutur pamungkas
Yang kau anggap itu sudahlah pas
Hanya membuat ruang hatimu merasa puas
Tengoklah sisi hati lainnya terlindas
Dengan ganas
Keegoisan semakin menjadi
Sikap dan pikiran tak lagi terkendali
Hanya emosi merasuki seluruh nadi
Ingin menang sendiri tak peduli kanan kiri
Merasa tersakiti
Amarahmu menggilas akal sehat
Pikiran jernih seketika berubah hitam pekat
Meski nurani meronta hendak melesat
Pergi jauh dari raga yang tersesat
Terbelenggu ruh jahat
Ketika maksud hati tak tercapai
Tenangkan diri sejenak, introspeksi
Adakah salah langkah tlah diambil
Ataukah memang itu yang terbaik
Sebagai takdir
Lidah tak bertulang
Dengan mudah dia bergoyang
Tuturkan lisan tanpa pikir panjang
Hingga menyayat hati bagai sebilah pedang
Perih merajang
Luka di raga sekejab terobati
Luka di hati bisa terbawa mati
Hanya kata maaf berbalut ketulusan hati
Mampu menyemai rasa kasih
Tumbuh bersemi
====================
Sukoharjo, 20 September 2020 @dwi.gurusiana.id 135
Jumat, 18 September 2020
BAYANG SERAUT WAJAH
Oleh: Dwi Trisny
====================
Tak sanggup lagi kujawab sapa air mata
Senyum di bibirku tak dapat kutebar
Tinggal kesepian terus meraja
Mengubah raga tanpa rasa
Kucoba perbaiki semuanya
Setiap gemeretak tulang belulang
Tapi tak satupun mampu kugerakkan
Semua sendi telah membeku dan berkarat
Rongga dada terasa sesak terhimpit sakit
Tatap bayang seraut wajah tak jua pergi
Memenuhi nadi dengan kisah pahit
Batinku merintih dan menjerit
Satu dua tiga kuhitung waktu
Begitu lama kau tinggalkan asaku
Tanpa kepastian langkah kan ditempuh
Terus berjalan bisik lirihku memanggilmu
Mengikuti jejak kaki, aku jauh mengembara
Melepaskan penderitaan sisa-sisa cinta
Tak lagi berharap peluk kasih setia
Karna penantian tiada bermuara
Masihkah aku mampu menerima
Sekeping hati lain mencoba datang
Mengetuk jendela kasih yang hampir mati
Untuk mendapat tetesan embun kehidupan
====================
Sukoharjo, 19/09/2020. @gurusiana134
Kamis, 17 September 2020
TAKDIR (Patidusa)
TAKDIR (Patidusa)
Karya: Dwi Trisny
====================
Resah
Seraut wajah
Dulu pernah singgah
Kukenang membasahi ujung sajadah
Menghilang meninggalkan jiwa patah
Merana memeluk desah
Tinggalah pasrah
Tertumpah
Allah
Pada-Nya tercurah
Semua perasaan gundah
Luka jiwa meraja terbelah
Menapak titian hingga lelah
Ikatan kita terpisah
Bersama kisah
Ayatullah
Menerima
Takdir renjana
Torehan maha karya
Sang pemilik garis kehidupan
====================
Sukoharjo, 18/09/2020
Senin, 17 Agustus 2020
MENULIS: Tujuan dan Manfaat
Menulis: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya
Pengertian Menulis
Menurut Wikipedia
bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas menulis adalah suatu kegiatan untuk
menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan
menggunakan aksara.
Menulis biasa dilakukan pada
media kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan
menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.
Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan
menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai
(Tarigan, 1986:15). Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara
tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5).
Sumarno (2009:5) juga mengungkapkan pendapatnya
mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang
dimengerti orang lain.
Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses
maupun suatu hasil. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang
untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet
(2008:141) menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
menulis adalah suatu kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran,
pengalaman dan pengetahuan ke dalam bentuk catatan dengan menggunakan
aksara, lambang atau simbol yang dibuat secara sistematis sehingga dapat dengan
mudah dipahami oleh orang lain. Menulis merupakan salah satu kegiatan
yang kompleks mencakup gerakan jari, tangan, lengan dan mata secara
terintegrasi.
Ketrampilan menulis merupakan sebuah
kemampuan motorik sehingga dapat dikembangkan dengan kegiatan lain untuk
menunjang keberhasilan dalam menulis seperti saat bermain sambil
menulis apa saja yang dikerjakannya. Keberhasilan menulis adalah dengan
menggunakan lambang-lambang dari bahasa yang dipahami oleh penulis maupun
pembaca yang menggunakan bahasa yang sama.
Tujuan menulis
Abdurrahman dan Waluyo (2000: 223) menyatakan bahwa
“tujuan menulis siswa di sekolah dasar untuk menyalin, mencatat, dan
mengerjakan sebagian besar tugas-tugas yang diberikan di sekolah dengan harapan
melatih keterampilan berbahasa dengan baik”
Menurut M. Atar Semi (2007: 14) tujuan menulis
antara lain: a) untuk menceritakan sesuatu, b) untuk memberikan petunjuk atau
pengarahan, c) untuk menjelaskan sesuatu, d) untuk meyakinkan, dan e) untuk
merangkum. Sedangkan menurut Elina, Zulkarnaini, dan Sumarno
(2009: 6) tujuan menulis adalah: a) menginformasikan, b) membujuk, c) mendidik,
d) menghibur.
Menurut Syafie’ie (1988:51-52), tujuan menulis dapat diklasifikasikan
sebagai berikut: 1) Mengubah keyakinan pembaca; 2) Menanamkan pemahaman
sesuatu terhadap pembaca; 3) Merangsang proses berpikir pembaca; 4) Menyenangkan
atau menghibur pembaca; 5) Memberitahu pembaca; dann6) Memotivasi
pembaca.
Tujuan menulis:
a. Menginformasikan segala sesuatu, baik itu
fakta, data maupun peristiwa termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta,
data dan peristiwa agar khalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman
baru tentang berbagai hal yang dapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.
b. Membujuk melalui tulisan seorang penulis
mengharapkan pula pembaca dapat menentukan sikap, apakah menyetujui atau
mendukung yang dikemukakannya. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan
pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, fungsi
persuasi dari sebuah tulisan akan dapat menghasilkan apabila penulis mampu
menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan mudah
dicerna.
c. Mendidik
adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan. Melalui membaca hasil
tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan terus bertambah, kecerdasan terus
diasah, yang pada akhirnya akan menentukan perilaku seseorang.
Orang-orang yang berpendidikan misalnya, cenderung lebih terbuka dan penuh
toleransi, lebih menghargai pendapat orang lain, dan tentu saja cenderung lebih
rasional.
d.
Menghibur fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, bukan
monopoli media massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan
dalam menghibur khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan “ringan”
yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula menjadi bacaan
penglipur lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah seharian sibuk
beraktifitas.
Manfaat Menulis
Kemampuan menulis permulaan memiliki manfaat terutama pada
kemampuan menulis lanjutan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar,
manfaat tersebut antara lain:
1. Memperluas dan
meningkatkan pertumbuhan kosa kata.
2. Meningkatkan kelancaran
tulis menulis dan menyusun kalimat.
3. Sebuah karangan pada hakikatnya berhubungan bahasa dan kehidupan.
4. Kegiatan tulis menulis meningkatkan kemampuan untuk pengaturan dan pengorganisasian.
5. Mendorong calon penulis
terbiasa mengembangkan suatu gaya penulisan pribadi dan terbiasa mencari
pengorganisasian yang sesuai dengan gagasannya sendiri
Demikian yang bias saya uraikan. Semoga bermanfaat dan selamat menulis.
Senin, 20 Juli 2020
PENGGUNAAN HURUF KAPITAL SESUAI PUEBI
PENGGUNAAN HURUF KAPITAL SESUAI PUEBI
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.
3. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.
4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.
5.a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.
5.b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.
6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
8.a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.
8.b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.
9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.
LAPORAN TAHUNAN TIM PEMBINA USAHA KESEHATAN SEKOLAH KECAMATAN BENDOSARI TAHUN 202 3 OLEH TIM PEMBINA USAHA K...
-
Sumber gambar: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/akhirnya-kumpulan-cerpen Apa sih cerpen itu? Bp/Ibu suka membaca cerpen? Cerita pende...
-
SOSIALISASI "KISAH" (KELUARGA INDONESIA SEJAHTERA & HARMONIS) Jumat, 9 Februari 2024, Pokja I TP PKK Desa Mulur telah mengada...
-
DIPERKOSA RASA By. Dwi Trisny Kadang hidup serasa diperkosa Mau atau tidak Suka atau tidak Siap atau tidak Semua tetap harus dijalani Deng...



